-->
Logo SMAN 1 Petak Malai

Jurnalistik Siswa

SMAN 1 Petak Malai

"Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia"

Minggu, 11 Januari 2026

HASUPA: Gerakan Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara Buka Taman Baca Setiap Sabtu Sore

| Minggu, 11 Januari 2026

 HASUPA adalah singkatan dari Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara, sebuah kegiatan buka taman baca sore yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran dasar kepada anak-anak yang belum mampu membaca, menghitung, serta keterampilan literasi lainnya. Selain kemampuan dasar, kegiatan ini juga menyertakan aktivitas seperti dongeng dan permainan edukatif untuk meningkatkan minat belajar.

Kegiatan diadakan secara rutin setiap hari Sabtu sore mulai jam 15:00 WIB. Pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2026, kegiatan berjalan lancar dengan durasi sekitar 1 jam atau lebih sesuai kondisi dan antusiasme peserta.
 
kegiatan hasupa(harmoni aksi siswa peduli aksara)

Tempat pelaksanaan berada di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Petak Malai, dengan target peserta utama adalah anak-anak dari Desa Tumbang Baraoi yang membutuhkan bimbingan belajar dasar. Buku-buku pembelajaran ditempatkan pada tatakan yang dilapisi terpal sebelum disusun kembali rapi setelah kegiatan selesai.
 Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah Muhammad Jumani, S.Pd, yang didukung oleh relawan siswa yaitu Yulia, Mario Fransiko, Magdalena Kristi, Ulan, dan Imelisa Dwisiska. Peserta adalah anak-anak Desa Tumbang Baraoi yang belum memiliki kemampuan membaca atau ingin meningkatkan keterampilan literasi dasar mereka.

foto bersama di kegiatan hasupa

HASUPA dibuat untuk mengatasi kesenjangan literasi di kalangan anak-anak desa yang belum mendapatkan akses pembelajaran memadai. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan kemampuan dasar untuk menghadapi pendidikan selanjutnya. Dampak positif sudah terlihat, sebagian anak yang awalnya tidak bisa membaca kini mampu mengeja dan membaca kata-kata sederhana.
 
Kegiatan dimulai tepat pada jam yang ditentukan dengan semangat tinggi dari seluruh peserta. Anak-anak memilih buku sesuai minat mereka dan meminta bantuan relawan jika mengalami kesulitan. Selain membaca, ada sesi dongeng yang menyenangkan untuk meningkatkan daya imajinasi. Setelah pembelajaran selesai, anak-anak yang aktif berpartisipasi mendapatkan hadiah berupa makanan ringan. Setelah semua aktivitas selesai, relawan menyusun kembali buku-buku dengan rapi dan dilakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen.
 
Kegiatan HASUPA bukan hanya sekadar program pembelajaran, tetapi juga wadah untuk membangun hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat Desa Tumbang Baraoi. Semangat kerja sama dari kepala sekolah, siswa relawan, dan antusiasme anak-anak peserta menjadi modal utama dalam menjaga kelangsungan dan keberhasilan gerakan ini. Diharapkan HASUPA dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan, dan menjadi contoh kegiatan positif yang menginspirasi sekolah lain untuk meningkatkan literasi di wilayah sekitarnya.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar